Chechnya 1994 part2
Konflik besar kemudian terjadi, dibeberapa kota, tentara Rusia sudah menghancur leburkan kota. Bahkan ibukota turut hancur terkena serangan gencar angkatan udara Rusia.
Tetapi, tentu saja dipertahankan dengan baik oleh para pejuang Chechnya.
Dalam tempo beberapa hari, Chechnya berubah menjadi seperti Berlin dan Stalingrad pada perang dunia dulu.
Potongan tubuh juga dapat ditemui diberbagai sudut kota kecil yang hancur oleh penderitaan.
Dulu, ketika sebelum berganti nama menjadi Soviet. Tsar Rusia mengirim ribuan tentara untuk mengabisi para pejuang seperti Syaikh Manshur Ushurma, Imam Syamil, Imam Ghazi dan lainnya.
Kemudian, Allah menolong bangsa Chechnya, setelah itu di era Soviet. Stalin membuang seluruh rakyat Chechnya ke pegunungan Kaukasus yang terkenal dingin dan mematikan.
Dari 2 juta orang, hanya setengahnya yang selamat dan bertahan di pegunungan Kaukasus.
Setelah itu, di era keruntuhan Soviet. Rusia mengirim lagi tentara-tentara beruang merahnya.
Ribuan orang menjadi martir,
dan perang ini tercatat sebagai perang terbesar yang pernah ada setelah perang Dunia ke II.
Tetapi tetap saja, perang ini menjadi momok bagi Rusia setelah kekalahan telak mereka di Afghanistan.
Hanya pertolongan Allah-lah yang dapat menolong kaum Muslimin dari rong-rongan musuh.
Perang Chechnya pertama ini juga terjadi dibeberapa negara bagian, seperti Ingusethia, Stavropol krei dan Dagestan.
Dimulai dari Desember 1994, dan berakhir pada 1996.
Padahal Yeltsin berkata perang akan berakhir dalam tempo 1,5 jam, tetapi malah berakhir Dalam hampir 2 tahun. Dan dengan kekalahan Rusia dan kemerdekaan Chechnya secara de facto.
Di Grozny mereka dipukul mundur, di Vedeno mereka menarik diri, dan dikota Chechnya lainnya tentara Rusia dibantai habis.
Tetapi konflik ini menjadikan Dzoukkar dudajev harus mati diakhir perang setelah sebuah roket Rusia menghancurkan tubuhnya.
Pavel grachev, panglima peperangan Rusia-lah yang menarik sendiri tentara Rusia. Karena jika ia terus meneruskan perang, maka kemungkinan besar tentaa Rusia akan mengalami shock berat saat dan setelah peperangan.
Korban dari Rusia tercatat 3000/5000 tentara, mereka harus membayar mahal dengan korban militer terbanyak dibanding militer dan milisi Chechnya yang hanya 2500 orang lebih.
Tetapi belasan ribu rakyat Chechnya harus kehilangan nyawanya.
***
Tetapi, tentu saja dipertahankan dengan baik oleh para pejuang Chechnya.
Dalam tempo beberapa hari, Chechnya berubah menjadi seperti Berlin dan Stalingrad pada perang dunia dulu.
Potongan tubuh juga dapat ditemui diberbagai sudut kota kecil yang hancur oleh penderitaan.
Dulu, ketika sebelum berganti nama menjadi Soviet. Tsar Rusia mengirim ribuan tentara untuk mengabisi para pejuang seperti Syaikh Manshur Ushurma, Imam Syamil, Imam Ghazi dan lainnya.
Kemudian, Allah menolong bangsa Chechnya, setelah itu di era Soviet. Stalin membuang seluruh rakyat Chechnya ke pegunungan Kaukasus yang terkenal dingin dan mematikan.
Dari 2 juta orang, hanya setengahnya yang selamat dan bertahan di pegunungan Kaukasus.
Setelah itu, di era keruntuhan Soviet. Rusia mengirim lagi tentara-tentara beruang merahnya.
Ribuan orang menjadi martir,
dan perang ini tercatat sebagai perang terbesar yang pernah ada setelah perang Dunia ke II.
Tetapi tetap saja, perang ini menjadi momok bagi Rusia setelah kekalahan telak mereka di Afghanistan.
Hanya pertolongan Allah-lah yang dapat menolong kaum Muslimin dari rong-rongan musuh.
Perang Chechnya pertama ini juga terjadi dibeberapa negara bagian, seperti Ingusethia, Stavropol krei dan Dagestan.
Dimulai dari Desember 1994, dan berakhir pada 1996.
Padahal Yeltsin berkata perang akan berakhir dalam tempo 1,5 jam, tetapi malah berakhir Dalam hampir 2 tahun. Dan dengan kekalahan Rusia dan kemerdekaan Chechnya secara de facto.
Di Grozny mereka dipukul mundur, di Vedeno mereka menarik diri, dan dikota Chechnya lainnya tentara Rusia dibantai habis.
Tetapi konflik ini menjadikan Dzoukkar dudajev harus mati diakhir perang setelah sebuah roket Rusia menghancurkan tubuhnya.
Pavel grachev, panglima peperangan Rusia-lah yang menarik sendiri tentara Rusia. Karena jika ia terus meneruskan perang, maka kemungkinan besar tentaa Rusia akan mengalami shock berat saat dan setelah peperangan.
Korban dari Rusia tercatat 3000/5000 tentara, mereka harus membayar mahal dengan korban militer terbanyak dibanding militer dan milisi Chechnya yang hanya 2500 orang lebih.
Tetapi belasan ribu rakyat Chechnya harus kehilangan nyawanya.
***
Comments
Post a Comment