SYAM, dan keimanan di dalamnya
Pertempuran di Syam semakin memanas, peperangan terus berlanjut di berbagai daerah dan kian hari kian memburuk. Bahkan, peperangan dengan menggunakan gas dan bahan kimia lainnya tak lagi dihiraukan oleh rezim Assad.
Kematian menyeruak di tengah-tengah kota, bahkan. Di sudut tergelap kota Idlib, Aleppo, Damaskus. Kematian menunggu dengan setia, bukti terwujudnya Nubuwwah Radulullah.SAW, bahwa tatkala berbagai fitnah menghujam. Maka keimanan akan bertahan di Syam, ya.. Bukan hanya Syria, Palestina dan tentang dunia Arab.
Ini urusan kita selaku Umat muslimin, dan perlu digaris bawahi bahwa kita bukan orang-orang Istislam, yang menyerahkan diri. Tapi kitalah Islam, yang selamat. Kembali ke pembahasan bumi Syam.
Allah sangat memberkahi bumi Syam dengan terdapat Al-Quds disana, tempat suci 3 millah yang berbeda, Yahudi, Islam, Kristen.
Allah sangat memuliakan bumi Syam dengan mensyahidkan para generasi terbaik dari mereka di dalamnya.
Mengapa demikian?, dalam seluruh kondisi dan peperangan apapun, tak pernah ada kaum. Yang apabila berperang mereka teguh dalam pendirian, kuat dalam keyakinan, dan selalu mengingat Allah dalam segala kondisi.
Medan Jihad adalah taman bagi mereka, lontaran peluru adalah bagai bidadari apabila mereka terkena itu, kamp Ribath adalah yang terbaik bagi mereka dibanding malam pertama pengantin baru.
Sampai kapan kah ini akan berakhir? Tidak akan pernah berakhir hingga akhir zaman. Karena, umat ini akan terus diuji dan akan selalu dalam keadaan terbaik disisi Allah walaupun dimata musuh mereka adalah kehinaan dan kelemahan.
Admin, Mohamed Fath.

Comments
Post a Comment